Selasa, 29 September 2009

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) diare

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Pokok Bahasan : Penyakit diare pada balita
Sub Pokok Bahasan : Pencegahan dan Tindakan Untuk Menangani Diare

Sasaran : Ibu yang memiliki anak balita

Waktu : 30 menit

Tempat : Puskesmas

Tujuan Instruksional Umum :

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang pencegahan dan tindakan untuk menangani diare selama 1 x tatap muka diharapkan tidak terjadi lagi diare berulang.

Tujuan Instruksional Khusus

Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit tentang pencegahan dan tindakan untuk menangani diare diharapkan ibu mampu :

1. Ibu mengetahui pengertian diare

2. Ibu memahami faktor penyebab terjadinya diare

3. Ibu memahami tanda kekurangan cairan

4. Ibu memahami hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah diare.

5. Ibu memahami kriteria penderita yang harus dibawa ke unit pelayanan kesehatan

6. Ibu memahami pertolongan pertama yang perlu dilakukan kepada orang yang terkena diare.

Tahap Kegiatan Media
1. Pembukaan ( 10 menit )

  1. Perkenalan
  2. Menjelaskan tujuan
  3. Apersepsi dengan cara menggali pengetahuan yang dimiliki ibu tentang diare.

2. Pelaksanaan ( 15 menit ).

  1. Menjelaskan materi tentang diare.
  2. Ibu menanyakan tentang hal-hal yang belum jelas

3. Penutupan ( 5 menit).

  1. Menyimpulkan materi.
  2. Mengevalusi ibu tentang materi yang telah diberikan
  3. Mengakhiri pertemuan.

Materi

DIARE PADA BALITA

Diare merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan dehidrasi. Diare di negara – negara berkembang merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kematian pada anak, oleh sebab itu WHO sampai saat ini masih berjuang untuk mengatasi adanya diare dan sampai sekarang ini sudah menunjukan adanya kemajuan dalam mengurangi adanya kasus diare.

Diare adalah suatu gangguan saluran pencernaan berupa perubahan frekuensi buang air besar serta bentuk dan konsistensi tinja yaitu frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari, tinja lebih encer atau cair, peningkatan berat tinja lebih dari 200 gram perhari.

Diare itu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor Penyebabnya diantaranya :

1. Peradangan usus karena zat – zat kimia seperti bakteri, parasit, jamur, amuba dan infeksi virus.

2. Makanan pedas, basi, tidak higienis, tidak matang dan kekurangan vitamin.

3. Alergi terhadap obat – obatan atau jenis makanan tertentu.

4. Gangguan emosional, karena rasa tegang dan kelelahan.

5. Penyakit – penyakit tertentu yg mempengaruhi dan mengganggu saluran cerna seperti tumor, infeksi diluar usus, kekebalan tubuh yg menurun.

Adapun tanda – tanda bahaya seseorang yang mengalami kekurangan cairan tubuh yaitu:
1. Rasa haus
2. Hilangnya selera makan
3. Turunnya berat badan
4. Kulit, bibir dan lidah kering.
5. Mata tampak besar dan cekung.
6. Menangis tetapi tidak keluar air mata.
7. Tubuh lemah.
8. Suara lemah, sulit bernafas.
9. Nadi lemah dan cepat.
10. Perabaan kulit dingin.
11. Air kencing sedikit dan berwarna lebih gelap atau anak jarang kencing.
12. Tanda – tanda penurunan kesadaran atau disertai kejang.

Setelah kita mengetahui tentang faktor dan tanda – tanda diare, kita bisa mencegah diare agar kita bisa terhindar dari pengakit diare. Diare dapat dicegah dengan melakukan hal – hal seperti berikut :
1. Menggunakan air yang bersih dan higienis untuk keperluan sehari-hari.
2. Waspada terhadap makanan yang akan dimakan.
3. Mencuci sayuran, daging dan buah – buahan.
4. Minum air dan makan – makanan yang sudah dimasak.
5. Mencuci tangan dan kuku sebelum makan.
6. Menyimpan alat – alat bermain anak ditempat yg bersih.
7. Menjaga kebersihan badan dan gizi yang cukup.
8. Mencuci tangan setelah buang air besar.
9. Buang air besar dijamban yang sehat.
10. Menjaga kebersihan lingkungan.

11. Jangan jajan sembarangan (sembarang tempat).

12. Jangan tergiur dengan jajanan yang memiliki warna yang sangat mencolok.dilihat dulu kebersihan dan keamanan makanannya.

Kriteria penderita diare yang harus dibawa ke Unit Pelayanan Kesehatan :

Diare yang sering dan banyak sehingga minum tidak dapat mengimbangi cairan yg keluar lewat diare.
1. Diare bercampur lendir dan darah.
2.. Lemah, tidak mau makan.
3. Muntah terus walaupun dicoba diberi minuman sedikit – sedikit dan sering.
4. Diare 2 hari atau lebih.
5. Diare disertai demam.
6. Kekurangan cairan tubuh.

Akibat diare tubuh kehilangan banyak air dan garam. Orang dapat meninggal akibat kekurangan air dan garam yang terlalu banyak, terutama pada bayi dan anak. Bila menemui seseorang yang memiliki kriteria dan tanda – tanda seperti diatas. Maka pertolongan pertama yang perlu dilakukan adalah :
1. Memberi larutan oralit atau penggantinya misalnya larutan gula garam.
2. Asi tetap diberikan bila anak masi menyusu.
3. Memberi makanan lunak dan mudah dicerna dengan kadar cairan yang lebih banyak.

Jika diare yang dialami anak tidak juga sembuh atau semakin parah maka harus segera dibawa ke Unit Pelayanan Kesehatan.


Media
1. LCD

2. Laptop

Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

DAFTAR PUSTAKA


Suriadi dan Rita Yuliani (2001).
Asuhan Keperawatan pada Anak. Edisi 1. Jakarta : Sagung Seto.
Ngastiyah. (2000). Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC.
Ros
a M Sacharin. (1999). Prinsip Perawatan Pediatrik. Jakarta : EGC.

http://www.ericsatriawan.co.cc/2008/09/satuan-acara-pembelajaran-mata-kuliah.html




SATUAN ACARA PENYULUHAN

Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah KIP / K


DISUSUN OLEH :

Rani Dini Pertiwi

P 17324408039

Jalum 1 B

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES BANDUNG

PERWAKILAN JURUSAN KEBIDANAN

KARAWANG

2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar